Minggu, 18 Januari 2009

berbagi pengetahuan

We can get knowledge from anywhere, menurutku pernyataan ini sangat tepat. Untuk dapat memiliki pengetahuan yang luas kita tidak melulu harus belajar atau membaca buku pelajaran, bahkan dari majalah cewek yang di judge hanya berisi fashion, gossip dan obrolan seputar cowok pun kita bias mendapatkan pengetahuan dan aku ingin membagikan sedikit pengetahuan ini kepada teman-teman.
Berjalan di atas pasir ternyata bias menjadi alternative bagi kalian yang sedang menurunkan berat badan, karena dengan berjalan selam satu jam di atas pasir maka kita telah membakar sebanyak kurang lebih 275 kalori. Semakin empuk pasir maka semakin besar beban latihannya, karena pada saat kamu berjalan pasir menyerap getaran lebih banyak daripada berjalan diatas aspal.
Satu lagi, bagi kalian semua yang selama ini takut makan es krim dengan alasan takut gendut maka mulai saat ini kalian harus merubah pandangan negative kalian tentang es krim. Karena sebenarnya makanan yang satu ini dapat menolong para wanita dari resiko kemandulan. Hebat kan?. Salah satu penelitian menyebutkan bahwa wanita yang mengkonsumsi es krim tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki tingkat kesuburan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang hanya mengkonsumsi es krim seminggu sekali. Bahkan di Hungaria memakan es krim hamper menjadi kegiatan rutin bagi para wanita dan untuk mencegah kegemukan mereka memilih es krim yang rendah lemak. Mengapa wanita Indonesia tidak melakukan hal yang sama?

Rabu, 14 Januari 2009

bad habit

Perhatikan cara orang dewasa berbicara. Beberapa dari mereka mempunyai kebiasaan untuk tidak menatap mata lawan bicaranya, dan aku salah satu diantaranya. Aku tidak sadar kenapa dan sejak kapan melakukannya? Yang pasti bagiku lebih nyaman untuk berbicara dengan melihat objek lain selain lawan bicara ku, terutama ketika membicarakan topic yang cukup serius. Aku tau ini bukan kebiasaan yang baik, mengingat banyak lawan bicara ku yang merasa tidak nyaman dengan kebiasaan ini. Kebanyakan dari mereka merasa tidak dihargai, tidak dianggap dan yang paling sering mereka merasa tidak diajak bicara karena aku melihat objek lain ketika berbicara dengan mereka. Perasaan- perasaan yang tidak menyenangkan tentunya, bahkan akupun tidak ingin merasakannya. Aku ingin setiap orang nyaman ketika berbicara dengan ku. Menakjubkan bukan? Hanya dengan mengalihkan pandangan kita kepada si lawan bicara seseorang dapat langsung merasa dihargai, merasa bahwa kita semua mempunyai derajat yang sama. Tidak hanya itu, si lawan bicara pun pasti merasa kita ajak bicara dan karena langsung menatap matanya maksud dari ucapannya akan langsung tersampaikan. Anda juga merasa memiliki bad habit yang sama? Ayo berubah. Saat berbicara kita tidak hanya mementingkan kenyamanan diri sendiri tapi juga kenyamanan lawan bicara kita.

Rabu, 07 Januari 2009

dont judge a book by its cover

Setiap orang pasti punya first impression atau kesan pertama setiap kali melihat orang baru dalam hidup mereka.

First impression ini yang mewakili citra seseorang dalam pandangan kita dan dar banyak kejadian biasanya kesan pertama ini tak selalu benar.

Dan inilah yang aku rasakan pada teman-teman kuliahku.

Pertama kali aku melihat wajah-wajah asing di lingkungan baruku ini kebanyakan penilaian ku pada mereka sama : SOMBONG, malah jujur aja untuk beberapa orang aku malah menilai mereka aneh.

Aku rasa itu hak kita untuk menilai orang lain semaunya, toh itu semua belum tentu terbukti.

Karena aku sendiri juga sudah puas dicap orang lain. Dan akhirnya itu hanya membuat kita merasa seperti memakan omongan sendiri.

Kenyataannya setiap orang pasti memiliki sisi menyenangkan, tetapi tidak semua orang dapat menunjukkannya pada orang asing.

Beberapa harus merasa cukup nyaman untuk dapat menunujukkan siapa dirinya kepada orang lain.

Hal ini juga pernah kurasakan pada teman-teman dekatku saat ini.

Pertama kali melihat Dita, hanya terlintas satu kata: cantik. Ternyata setelah mengenalnya lebih dekat Dita tak hanya cantik, dia juga cerewet, gampang panik, lucu, penyayang dan sangat perasa.

Pertama kali melihat Ema = modis. Tapi ternyata enam bulan satu kelas dan seatap dengan si modis ini banyak sifat tak terduga yang mulai ia tunjukkan seperti moody, royal, ramah dan tentu saja lucu.

Dan yang terakhir ketika pertama kali melihat Cume = aneh. Cewek berjilbab ini selalu rame, bisa ngelucu dimana aja dan kepada siapa aja. Tapi ternyata dibalik keramahan dan keramaian nya justru Cume lah satu-satunya orang yang masih bisa berpikir jernih disaat kami semua panik, dia selalu bertindak sebagai penengah untuk banyak hal, dan satu hal lagi ternyata Cume juga berhati lembut (believe it or not). Dia gampang menangis untuk hal-hal yang membuatnya iba.

Lalu aku mulai mengenal nama-nama lain dengan karakter yang berbeda dari kesan pertama yang mereka ciptakan padaku.

Seperti Yogi yang terlihat seperti “cowok baik-baik” ternyata sangat menggilai music rock, tapi disaat-saat tertentu sifat alami kebapakan nya juga bisa muncul

Lalu Acied yang ternyata bisa jadi sangat gokil untuk hal-hal tertentu.

Ada juga Ojan, cowok unik yang bisa menyadarkan kita tentang betapa berartinya hal-hal kecil yang tidak kita anggap selama ini.

Dan yang terakhir Ray, cowok yang mungkin bagi banyak orang terlihat aneh karena dia sangat menyukai segala hal yang berbau jepang. Tapi seperti katanya ‘kita disebut aneh hanya karena kita berbeda dari orang-orang disekitar kita, tapi kalau mereka sama seperti kita maka..’. Dan ternyata setelah lebih mengenalnya aku baru tahu ternyata hal-hal yang sering kami pikirkan sama sekali tidak seperti yang kami pikirkan. Dan tidak banyak orang yang tahu kalu cowok satu ini bisa dibilang multi talented.

Seperti pepatah bilang “don’t judge a book by its cover”. Jadi jangan buru-buru menilai orang dan langsung menanamkan citra tersebut dalam diri kita tanpa berusaha mengenal mereka lebih dekat. Karena bisa aja salah satu dari mereka itulah yang mungkin akan menjadi “seseorang” bagi kita.

Who knows?

Selasa, 06 Januari 2009

kuro and 2009

selamat tahun baru 2009
lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?
ini kali pertama aku menulis lagi untuk periode 2009 (hehe)
dan kali ini aku menulis dengan kuro
finally i have it
bukan bermaksud menyombong
karena menurutku tidak ada yang perlu disombongkan dalam hal ini
now i have one new gadget
i called it "kuro-chan"
because its black and for me it looks cute
aku akan menceritakan sedikit perjuanganku sebelum mendapatkan kuro
bisa dibilang aku tidak mendapatkan barang ini dengan mudah
tidak pula secepat teman-teman ku yang lain
karena aku sadar keluarga ku bukan tipe keluarga dengan materi melimpah
yang dapat membelikan gadget yang tidak bisa dibilang murah ini kapan saja kuminta
entahlah mungkin bagi kalian ini bukan cerita yang penting
tapi kalau kalian masih meneruskan membaca tulisanku berarti kalian tertarik akan cerita ku ini
pertama kali aku menginjakkan kaki di jogja ayahku langsung menawarkan benda ini
tentu saja aku kaget
karena menurutku aku belum membutuhkannya
buat apa?
toh aku belum mempunyai tugas
tapi mana mungkin aku menolak rejeki yang sudah ada di depan mata
tapi believe it or not
barang yang sudah didepan mata dan yang sudah mencapai kesepakatan harga akhirnya tidak jadi dibeli ayahku
alasannya akhirnya ia menyadari aku belum membutuhkannya
lagipula waktuku disini masih banyak jadi aku bisa membelinya kapan saja
tapi tahukah anda sekalian selang beberapa hari kurs dollar melonjak
jadi saat aku benar-benar membutuhkan barang ini budget yang disiapkan tidak lagi mencukupi
padahal dibanding dengan kali pertama itu harganya sangat jauh berbeda
belum lagi saat itu aku sampai ditawari berbagai bonus
jadilah saat itu aku diminta menunggu dengan harapan kurs dollar akan kembali normal
tetapi keadaan seperti tidak berpihak padaku
kurs dollar malah semakin menggila
kali ini aku hanya bisa pasrah
orangtuaku pun hanya bisa menyarankan untuk mrngerjakan tugas di rental saja
padahal banyak tugas yang harus aku kerjakan sampai larut malam
alhasil aku jadi sering meminjam pada teman-temanku
menurut mereka itu bukan masalah tapi aku tidak terbiasa menjadi orang yang suka meminjam barang orang lain
dan yang lebih parah entah kenapa flash disc yang sangat aku andalkan seringkali terserang virus dan itu dapat berakibat mengilangkan tugasku
yang tak jarang untuk dikumpul keesokan harinya
akhirnya setelah penantian sekian lama kurs dollar pun mulai berpihak padaku
akhirnya aku mendapatkan kesempatan itu
itupun setelah melalui pertangkaran dengan orangtua, ditipu oleh pegawai toko, nyasar di daerah antah-berantah selama satu jam dan banyak kesialan lainnya yang tak perlu kusebutkan semua
jadi intinya sekarang kuro is mine
kuharap semua penantian dan penderitaan ku tidak akan sia-sia
karena aku yakin tidak ada yang sia-sia didunia ini
now im and kuro ready for 2009
=)

Senin, 29 Desember 2008

homesick

akhir- akhir ini aku sering merasa homesick
penyebabnya banyak
pertama, karena ini pertama kalinya aku stay di jogja untuk waktu yang lama
kedua, karena ini suasana liburan jadi temen- temen kos yang lain pada pulang
ketiga, karena aku merasa tidak punya saudara disini jadi rasa kangen keluarga itu semakin menjadi-jadi
mungkin hanya aku, keluarga dan Allah yang tau
betapa besar keinginan ku dulu agar dapat menjadi bagian dari keluarga besar UGM seperti saat ini
siapa yang tak ingin?
tapi siapa sangka pula harga yang harus aku bayar untuk keberhasilan ini cukup besar
yaitu dengan keluar dari zona nyaman ku
zona nyaman disini maksudnya: keluarga, tetangga-tetangga dan para sahabat
atau aku juga sering menyebutnya harta berharga ynag kutinggalkan
aku bukan tipe orang yang gampang untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru
memikirkan untuk mengulangi semua perkenalan dari awal lagi membuat ku merasa lelah bahkan sebelum melakukannya
hari-hari pertama menjalani hidup sebagai anak kos membuat ku kaget
kaget karena ternyata aku belum sepenuhnya mandiri karena untuk beberapa hal, bahkan untuk hal yang remeh sekalipun aku masih sangat bergantung pada keluarga
selain itu sebagai anak rumahan aku juga kaget setelah mengetahui dapat sebebas apa aku sekarang
dulu aku sering kali menangis saat menelfon keluarga ku
ingin dapat berkumpul ditengah-tengah mereka saat itu juga
tapi aku harus sadar bahwa setelah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk kuliah ku, bukan ini yang diinginkan oleh orang tua ku
jadi aku harus memulai hidup ku disini dari 0
mulai dari bersosialisasi dengan berbagai karakter orang yang beberbeda, bersosialisai dengan bahasa-bahasa daerah yang mereka bawa, sampai bersosialisasi dengan makanan setempat
awalnya aku merasa berat
selalu ingin pulang kerumah dimana ada orangtua yang akan membantu ku melalui semua hal
dan ada sahabat-sahabat yang sudah sangat mengert aku
tapi ternyata jogja mulai menunjukkan pesona nya
pelan-pelan aku merasa keaneka ragaman itulah yang menjadi keunikan jogja yang tidak dimiliki daerah asal ku
selangkah demi selangkah aku mulai mampu keluar dari zona nyamanku
untuk mengumpulkan harta berharga ku sendiri disini
walaupun aku tau pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar
but i'll try


Kamis, 25 Desember 2008

do something

hari rabu kemarin ada kuliah bersama praktisi
dan praktisi tersebut adalah Mbak Nenden, alumni komunikasi UGM tahun 95
seorang wanita luar biasa
yang jujur aja udah jadi inspirasi ku hari itu
apapun yang dia katakan bisa 'ngena' banget dihati
tipe orang yang dari kata-kata dan tatapan nya aja bisa merubah mind set seseorang
seorang wanita dengan segudang prestasi luar biasa
wanita mungil ini pernah mengurus website kepresidenan
luar biasa kan?
dan yang gak kalah luar biasa yaitu orang yang merekrut nya untuk itu adalah pak Andi Malarangeng
wiiih siapa orang yang gak kenal jubir kepresidenan ini
beliau mengajarkan ku tentang keuntungan luar biasa yang bisa kita dapatkan dari hobi menulis
salah satunya yaitu menulis bisa membuat kita terbiasa bersikap kritis tentang segala peristiwa yang terjadi di sekitar kita
menulis juga bisa membuat kita terbiasa memakai kata- kata yang baku dalam kehidupan sehari- hari
dengan menulis juga bisanya kita akan terlatih untuk berbicara dengan baik pula
keren banget kan?
makanya setelah pulang dari kuliah bersama praktisi itu
aku bertekad akan melatih kemempuan menulisku
karena percaya atau enggak
seperti kata mbak Nenden, kemampuan menulis itu diperlukan di hampir setiap jenis pekerjaan
jadi tunggu apa lagi?
mari menulis
agar banyak Nenden- Nenden lainnya yang kan mengisi dunia jurnalis Indonesia di masa depan

Selasa, 16 Desember 2008

pembaharuan dalam idup gue

akhiirnya setelah gue punya blog n itupun dibikinin
gue bisa juga nulis di blog
aiih seneng bangedd
akhirnya dari hari ke harii gw semakin hi tec
huahahaha